seorang...
aku senang menjadi keseorangan. biarpun kadang-kadang aku tak suka keadaan tu. tapi, tu la... bila keseorangan, aku akan jadi lebih dekat pada diri sendiri. aku jadi lebih peka pada rasa hati sendiri. aku jadi lebih mendengar siulan lagu hati sendiri.

dulu aku pernah merasa bahagia apabila berdua. hmm.. ye la, memang aku rindukan saat-saat tu. dengan dia, aku boleh bermanja. dengan dia, aku boleh menunjukkan siapa diri aku. dengan dia juga, aku menikmati rasa punya kekasih.

aku senang menjadi keseorangan. bukan tak pernah terlintas untuk punya kekasih semula. bukan tak pernah terfikir untuk mengucap madah kasih. tapi, aku ingin mengatur nafas dulu. biarlah aku terus bergelumang dengan dunia aku ni. dunia blog, dunia lukisan, dunia puisi aku.

kecewakah aku pada diri sendiri? tidak...
malukah aku pada diri sendiri? tidak juga...
menyesalkah aku pada diri sendiri? masih tidak juga...

aku faham dunia aku ni tak menjanjikan kebahagiaan hakiki. dan sebab itu aku redha biarpun aku keseorangan. aku akan terus menjadi perindu setia pada insan-insan yang aku sayangi. aku akan terus menjadi penyimpan rasa. dan aku akan terus menjadi pelukis impian.

kemanjaan aku, keriangan aku, biarlah aku tebarkan ke seluruh alam ini...
kemurungan aku, kesedihan aku, biarlah aku tanamkan dalam sebuah telaga mati...

aku ingin membawa sejuta keindahan pada semua
tapi aku tak punya tangan hebat untuk melaksanakannya.

aku tak ingin mencipta contengan hitam pada semua
tapi aku tak punya warna indah untuk dilukiskan.

adanya aku tak menambah seri dunia
dan
tiadanya aku tak meluak indah dunia...


************************************************************
hari ni aku dapat kiriman istimewa daripada seseorang. telah lama ingin dikirimkan pada aku, tapi dia bimbang aku tak sudi menerima. senyumku meleret semenjak kiriman itu singgah ke meja, tapi, di hujung hari, senyumku bertukar rupa. ada garis rindu yang terbit. ada garis sayang yang timbul. dan ada wajah sayu yang aku gambarkan.

hati ini tetap merah selagi darah likat masih mengalir di tubuh. tubuh ini tetap utuh selagi nafas masih mampu dihela. selagi ajal belum menjemput diri, selagi itu cinta masih bersemi...

sayang, maafkan aku yang masih begini...
1 Response
  1. Anonymous Says:

    zaff... biar siapa jua di sisimu kini, aku tetap menyintaimu hingga akhir hayatku...